Kementerian ESDM - Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi
Industri Tekstil
IndustriSub-Sektor Resmi ESDM

Industri Tekstil

Industri pertekstilan yang mencakup pemintalan serat (spinning), penenunan (weaving), perajutan (knitting), serta pencelupan dan penyempurnaan kain (dyeing & finishing).

Penghematan Energi
31.450.000 Gjoule
Berdasarkan Pelaporan Pabrik Tekstil & Produk Tekstil

Benchmarking Intensitas Konsumsi Energi (IKE)

Standar acuan kinerja energi spesifik berdasarkan pelaporan resmi Kementerian ESDM

Jenis Produk TekstilBenchmarking Intensitas Energi (GJoule/Ton)
Benang Cotton & Polyester (IRT)16,18
Kain Greige13,47
Benang Pintal (SPG)13,60
Benang Rayon12,00
Sumber: Pelaporan Pengguna Energi (POME), Direktorat Konservasi Energi, Ditjen EBTKE, KESDM.

Distribusi Konsumsi Energi Tekstil

Konsumsi listrik dominan terdapat pada proses pemintalan dan pertenunan untuk motor mesin blowing, carding, dan ring spinning. Konsumsi bahan bakar termal uap terfokus pada proses pewarnaan (dyeing) dan pengeringan (stenter machine).

Kegiatan & Inisiatif Penghematan Energi yang Direkomendasikan

Rekomendasi teknis peningkatan efisiensi energi pada sub-sektor Industri Tekstil:

Peluang Penghematan Energi

  • Optimasi rasio liquor pada mesin pewarnaan kain (low liquor ratio dyeing machine)
  • Pemasangan inverter pada exhaust fan stenter dan sistem tata udara ruang pemintalan
  • Insulasi pipa uap dan penutupan tangki celup terbuka
  • Pemanfaatan kembali panas air limbah buangan panas (waste heat recovery from wastewater)