
Industri Semen
Sub-sektor industri padat energi dengan konsumsi energi terbesar pada proses kalsinasi kiln putar (rotary kiln) dan proses penggilingan bahan baku serta terak semen (raw mill & cement mill).
Benchmarking Intensitas Konsumsi Energi (IKE)
Standar acuan kinerja energi spesifik berdasarkan pelaporan resmi Kementerian ESDM
| Produk | Intensitas Konsumsi Energi (IKE) |
|---|---|
| Semen | 3,49 GJ/ Ton |
| Klinker | 3,57 GJ/ Ton |
Karakteristik Konsumsi Energi Pabrik Semen
Proses produksi klinker semen memerlukan suhu pembakaran hingga 1.450°C yang umumnya dipasok dari bahan bakar batubara. Sementara konsumsi listrik terkonsentrasi pada raw mill, vertical roller mill, dan cement grinding mill yang menyumbang sekitar 70% dari total kebutuhan daya listrik pabrik.
Kegiatan & Inisiatif Penghematan Energi yang Direkomendasikan
Rekomendasi teknis peningkatan efisiensi energi pada sub-sektor Industri Semen:
Pemanfaatan Panas Buang & Bahan Bakar Alternatif
- Pembangunan Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) pada preheater dan clinker cooler
- Ko-prosesing bahan bakar alternatif dari Refuse Derived Fuel (RDF) dan biomassa
- Pemasangan separator efisiensi tinggi pada unit vertical roller mill
- Optimasi draft damper dan penggunaan motor efisiensi IE3/IE4
Sub-sektor Industri Lainnya






Pelaporan Penghematan Energi
Sesuai PP No. 33 Tahun 2023, pengguna energi dengan konsumsi ≥ 4.000 TOE per tahun wajib menerapkan manajemen energi dan menyampaikan laporan tahunan ke Kementerian ESDM.
Pelajari Manajemen Energi
