Kementerian ESDM - Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi
Industri Makanan dan Minuman
IndustriSub-Sektor Resmi ESDM

Industri Makanan dan Minuman

Industri pengolahan pangan yang memerlukan energi termal untuk pasteurisasi, sterilisasi, evaporasi, serta energi listrik untuk sistem pendinginan dan motor penggerak jalur produksi.

Penghematan Energi
48.120.000 Gjoule
Berdasarkan Pelaporan Pabrik Mamin Nasional

Benchmarking Intensitas Konsumsi Energi (IKE)

Standar acuan kinerja energi spesifik berdasarkan pelaporan resmi Kementerian ESDM

ProdukIntensitas Konsumsi Energi (IKE)
MSG & Bumbu Masak16,98 GJ/ Ton
CPO (Crude Palm Oil)11,42 GJ/ Ton
Noodle (Mie Instan)7,34 GJ/ Ton
Pakan Ternak0,22 GJ/ Ton
Sumber: Pelaporan Pengguna Energi (POME), Direktorat Konservasi Energi, Ditjen EBTKE, KESDM.

Profil Penggunaan Energi

Energi termal uap (steam) mendominasi konsumsi energi pada proses pengolahan pangan basah dan pengeringan, sedangkan listrik digunakan untuk kompresor refrigerasi, pengemasan otomatis, dan sistem konveyor pabrik.

Kegiatan & Inisiatif Penghematan Energi yang Direkomendasikan

Rekomendasi teknis peningkatan efisiensi energi pada sub-sektor Industri Makanan dan Minuman:

Peluang Penghematan Energi

  • Insulasi pipa steam dan katup uap panas
  • Recovery kondensat kembali ke feed water tank boiler
  • Pemanfaatan biogas dari limbah POME (Palm Oil Mill Effluent) untuk pembangkitan listrik mandiri
  • Retrofit sistem refrigerasi cold storage dengan refrigeran hidrokarbon ramah lingkungan